Jakarta, Ibu Kota Abu abu..
Seperti biasa,,,
Konsumerisme menjadi budaya tak terelakkan..
bahkan merasuk bak Tuhan..
seperti biasa,
ketimpangan ekonomi dianggap sebagai keharusan,
dan mereka seperti kerasukan setan dibuatnya..
bagi mereka harta mereka adalah milik mereka..
Seperti Biasa,
masjid masjid semakin ramai...
ramai dibangun.. tidak ramai dipakai untuk ibadah...
Seperti biasa,
jutaan liter minyak bumi hasil kebodohan,
menguap masuk ke kepala para pengendara..
Obat sakit kepala laku di jakarta..
Seperti Biasa,
Manusia gerobak tertidur pulas..
sedang bapak bapak berdasi gelisah di atas kasur empuknya..
Seperti biasa,
saya..
mahasiswa,,,
sangat pandai melihat warna hitam kota ini..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar